FIGURAN SIASAT BUDAYA

 



/ogoh-ogoh/

merayakan tawa

mengarak segala gempita

 

ogoh-ogoh adalah kita

dalam bentuk durja

. .

di persimpangan waktu

aku adalah sang pencipta,

melukis sketsa nafsi

nan merakitnya bagai figur

bambu dirangkai, imaji digerai

gurat warna tersirat, sejerat makna tersurat

-wujud terkutuk

 

merakit figur;

dari rambuku- ide tercerai

tergerai helai penuh dosa

bagai tertabung penuh

-di catatan malaikat

 

dari wajahku-

terpancar wajah penuh dusta

membara manghunus kejujuran,

-bagai janji musykil-

yang mendiami roh patung

 

dari mulutku-

kidung-kidung abu

menggema di punggung perayaan

juga- tersembul gunjingan,

menyusuri hati setiap mata

-menjadi pedih

atas ceritera nan huru-hara

 

dari tanganku-

tertanam kejam memburai,

menepis mezbah yang merapat

-menjadi timbal balik keingkaran

 

dari kakiku-

tertapak tempat penuh siasat

mengkaji dusta dan kejam,

-menjadi satu

 

-telah terakit tegak

sepatung gambaran diriku,

terpampang seperti pajangan budaya.

 

berawal dengan melukis sketsa

dibawa mengeliling jantung kota,

berakhir dengan api yang membara

membakar habis kenistaan,

mengharap kearifan membuai pada jiwa.

 

Sidoarjo, 23 Agustus 2024

 

Komentar

Postingan Populer