KANTOR PETANI
Petani bak koki pribumi,
sang penjaga lahan tandus,
pendengar kicauan burung bernyanyi
menerpa nasib, tiada buah tiada gaji.
Mereka mengantor tiap pagi di ladang becek
tak memiliki penjaga atap bagai hutan gundul
angin terbang sebagai pengganti penyejuk
ditemani bagaskara yang meletup di ubun ubun.
Menyebar benih harapan,
aliran air berjalan,
bagaskara menyenterinya,
laksana mengharapkan buah elok petani.
Mereka sang penyebar benih harapan,
merawat sumber pangan bangsa
tapi, tak memiliki sumber pangan
menghimbau harapan agar jaya masa depan.
Sidoarjo, 27 Oktober 2023


Komentar
Posting Komentar